"Peran kita hanya sebagai penyeimbang sehingga harga kedelai bisa distabilkan," ujar Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam diskusi Ketahanan Pangan di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (17/1/2008).
Bulog mengaku sangat siap seandainya pemerintah menunjuk Bulog untuk membantu menstabilkan harga kedelai yang sudah melambung lebih dari 100%.
"Kalau pemerintah ingin instrumen kendali yang efektif, yang bisa dimanfaatkan ya Bulog," kata Mustafa.
Ia menambahkan, Bulog memiliki pengalaman panjang untuk berperan menstabilkan harga. Pasalnya di masa lalu, Bulog mengelola banyak komoditas strategis yang dulu disebut sembilan bahan pokok (sembako) termasuk kedelai.
"Kalau sekarang kita cuma menangani beras. Tetapi kalau pemerintah meminta kedelai, kita juga siap," tuturnya.
Mustafa kemudian menunjukkan keberhasilan Bulog menstabilkan harga beras tahun lalu. "Tahun 2007 Bulog berhasil mengatasi gejolak harga beras," ujarnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla, kata Mustafa, sudah menanyakan kemungkinan Bulog menangani komoditas kedelai.
Mentan Anton Apriyantono sebelumnya menyatakan tak ingin Bulog memonopoli impor kedelai. Siapapun tetap akan diperbolehkan untuk mengimpor kedelai. Saat ini ada empat importir kedelai swasta yakni Liong Sen, Teluk Intan, Gunung Sewu dan Cargill. (ken/qom)











































