Harga Terigu Melangit, Produsen Mie dan Kue di Padang Resah

Harga Terigu Melangit, Produsen Mie dan Kue di Padang Resah

- detikFinance
Kamis, 17 Jan 2008 15:27 WIB
Padang - Industri rumahan yang memproduksi mie dan kue di Padang sudah tidak kuat lagi menghadapi kenaikan bahan baku terigu yang semakin melangit. Bahkan selama bulan Januari 2008 saja, sudah terjadi 4 kali harga terigu naik. Akibat kenaikan harga gandum dunia.

"Dengan harga terigu Rp 158.000 per karung seperti saat ini saja usaha kami sudah tidak lagi menjanjikan laba. Apalagi, kabarnya harga terigu terus naik setidaknya hingga Maret. Kalau begini terus kami gulung tikar," ujar Heri (34) yang merupakan pengusaha roti skala rumahan di kelurahan Parupuk Tabing, Padang pada detikFinance, Kamis (17/1/2008).

Menurutnya, pada kondisi normal dalam sehari usahanya menghabiskan setidaknya 7-9 karung terigu. Namun, setelah terigu mengalami gejolak harga sejak November tahun lalu total produksinya anjlok hingga 50 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau begini terus lebih baik kami angkat tangan saja dan banting setir cari kerja lain. Rasanya susah kalau kami terus-terusan menaikkan harga jual karena pelanggan juga tidak akan mau," keluh Heri.

Hal senada juga disampaikan Busri (42), pengusaha mie basah di Lubuk Buaya, Padang. Menurut dia, terus membubungnya harga terigu membuat usahanya bisa bangkrut. Apalagi, kenaikan harga terigu juga diikuti oleh sejumlah bahan baku mie lainnya, seperti bawang merah.

"Kalau sekarang, hasil yang diperoleh hanya cukup untuk menutupi biaya produksi berikutnya. Kalau begini terus kami bisa tidak makan. Makanya saya berencana menaikkan harga jual mie sebesar Rp1.000 per kg dari Rp 8.000 menjadi Rp 9.000 per kg," tukasnya.


(yon/arn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads