Jika Minyak Stabil di US$ 100, Harga BBM Bisa Naik 20%

Jika Minyak Stabil di US$ 100, Harga BBM Bisa Naik 20%

- detikFinance
Kamis, 17 Jan 2008 17:10 WIB
Jakarta - Pemerintah memiliki opsi menaikkan harga BBM jika harga minyak dunia stabil di US$ 100/barel. Ekonom Deutsche Bank, Taimer Baig menyatakan jika BBM di Indonesia naik 20%, maka angka inflasi bisa mencapai 11%.

Demikian disampaikan Baig dalam acara "Global Markets Series 2008" di Hotel Shangri-La, Jl. Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (17/1/2008).

"Kita punya 3 skenario mengenai dampak kebijakan BBM terhadap harga minyak dunia. Jika harga minyak stabil di US$ 100/barrel, dan pemerintah Indonesia menaikkan harga BBM hingga 20%, inflasi bisa sampai 11%," ujar Baig.

Menurut skenario tersebut, defisit APBN bisa naik menjadi 2,2% dan neraca perdagangan juga defisit 3,5%.

"Skenario kedua adalah jika harga minyak stabil di US$ 100/barrel, dan pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Maka inflasi akan berada di kisaran 7,5%. Sementara defisit APBN sebesar 2,5%, dan defisit neraca perdagangan sebesar 2%," jelas Baig.

Namun, Baig memprediksi harga minyak tidak akan stabil di angka US$ 100/barrel, melainkan pada kisaran US$ 75-80/barrel.

"Jika prediksi itu benar, maka angka inflasi akan sebesar 6,5%. Sementara defisit APBN menjadi 2% dan defisit neraca perdagangan sebesar 6,1%," jelas Baig.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads