AS Diambang Resesi, Harga Minyak Turun di Bawah US$ 90

AS Diambang Resesi, Harga Minyak Turun di Bawah US$ 90

- detikFinance
Jumat, 18 Jan 2008 10:03 WIB
Singapura - Kekhawatiran akan melemahnya perekonomian Amerika Serikat (AS) mendorong penurunan harga minyak mentah dunia hingga di bawah level US$ 90 per barel.

Pelemahan ekonomi AS yang merupakan negara konsumen terbesar itu akan mengurangi permintaan minyak dunia.

Pada perdagangan Jumat (18/1/2008) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Februari turun hingga 41 sen ke level US$ 89,72 per barel. Pada perdagangan sebelumnya di New York, kontrak tersebut telah turun hingga 75 sen ke level US$ 90,13 per barel .

Beberapa analis seperti dikutip dari AFP memrediksi melemahnya sektor perumahan AS dan krisis kredit dapat menjungkalkan AS ke jurang resesi. Dengan demikian, permintaan minyak pun bisa sedikit longgar.

"Jika AS mengelami resesi dan China melemah pertumbuhannya, maka kita dapat menghadapi salah satu koreksi paling signifikan dalam perminyakan pada dekade ini," ujar Phil Flynn, analis dari Alarin Trading.

"Harga minyak sudah sedemikian tinggi sejak awal tahun. Saya tidak melihat harga minyak akan terus meninggi karena memburuknya deskripsi perekonomian AS," ujar Mike Fitzpatrick, analis dari MF Global.
(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads