Pada tahun 2007, pasar elektronik mencatat pertumbuhan di atas target dengan angka penjualan Rp 15 trilun, angka ini naik 23% dibanding penjualan 2006 yang sebesar Rp 12,2 triliun.
Demikian dikatakan Ketua Electronic Marketer Club EMC Agus Subiantoro dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Jumat (18/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi jika pemerintah bersedia menurunkan pajak penjualan barang mewah (PPnBm) beberapa produk elektronik, pertumbuhan pasar elektronik diprediksi akan semakin besar.
"Penjualan di 2008 masih akan didominasi 4 produk yakni televisi naik 22%, kulkas 24%, AC 35% dan mesin cuci 30%. Di 2007 produk televisi terjual sampai Rp 5,4 triliun, kulkas Rp 2,86 trilun, AC Rp 2,4 triliun, dan mesin cuci Rp 1,1 trilun. Sisanya produk audio, small home appliances dan DVD," jelasnya.
Namun meski pertumbuhan pasar elektronik banyak terbantu dari pembiayaan kredit, masih ada faktor yang bisa menghalanginya. Jika harga minyak bakal tembus US$ 100 per barel mau tak mau bahan baku untuk elekronik akan naik seperti baja dan plastik. Selain itu kurs rupaih yang terus melemah membuat harga bahan baku semakin mahal.
"Sekarang produsen sudah mulai menaikkan harga 5%, rencananya setelah bulan Maret akan naik lagi 5%. karena kenaikan harga bahan baku," ujarnya.
Agus menambahkan, karena tingginya harga bahan baku ini belum ada investor baru di bidang elektronik yang akan masuk ke Indonesia pada tahun 2008. Khusus untuk televisi akan ada pengalihan produk dari yang memproduksi televisi cembung beralih ke televisi layar datar. Tapi untuk LCD masih dalam taraf perkenalan.
(arn/ir)











































