Dirut PLN Eddie Widiono menjelaskannya dalam jumpa pers usai penandatanganan pembelian listrik di kantor pusat PLN, Jakarta, Jumat (18/1/2008).
"Lima tahun kedepan, kita akan tingkatkan pembangkit mini dan mikro hidro menjadi sekitar 200 MW. Saat ini memang tidak sampai 20 MW," katanya.
Dikebutnya pengerjaan PLTM itu karena PLN berniat mengumpulkan pembangkit energi terbarukan untuk dijual sebagai credit carbon.
"Pembangkit mini dan mikro hidro kita kumpulkan dan bisa kita jadikan kredit karbon untuk ditawarkan," katanya.
Eddie menambahkan PLN sudah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga seperti Eco Securities dan perpanjangan World Bank.
Dengan adanya carbon credit itu, maka diharapkan harga listrik yang dibeli PLN bisa lebih murah.
(lih/qom)











































