"Usaha kami stop dulu karena harga kedelei naik. Kalau diteruskan tidak untung, tapi malah rugi." kata pembuat tempe Sandi (26 tahun) kepada wartawan, Jumat (18/1/2008).
Sandi, merupakan salah satu produsen tempe di sentra tempe di jalan Subur, Desa Manunggal, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedih juga lihat mereka. Tapi apa boleh buat. Kita cuma produksi dua karung tiap hari. Itu pun untuk kios sekitar rumah," papar Sandi.
Sebelumnya, dalam sehari perusahaan tempe milik Sandi menghabiskan 300 kg bungkil kedelai dan mempekerjakan 6 orang karyawan. (rul/arn)










































