Jurus Pengusaha Siasati Tingginya Harga Kedelai

Jurus Pengusaha Siasati Tingginya Harga Kedelai

- detikFinance
Minggu, 20 Jan 2008 13:00 WIB
Jakarta - Berbagai jurus dilakukan pengusaha tahu tempe untuk menyiasati kenaikan harga kedelai yang naik 100 persen lebih. Dari menaikkan harga produk, mengecilkan ukuran, sampai terpaksa menutup sementara usahanya.

Jurus-jurus ini terungkap ketika Mendag Mari Elka Pangestu mengadakan sidak ke tiga lokasi pengolahan tahu dan tempe di Mampang, Jakarta, Minggu (20/1/2008).

Jurus pertama, menaikan harga produk. Cara ini merupakan yang paling banyak digunakan pengusaha tahu tempe. Meski mereka mengaku tidak bisa sembarangan menaikkan harganya. Karena jika terlalu mahal, bisa-bisa konsumen malah tidak mau lagi membeli tahu tempe.

Cara ini dilakukan Sutrisno yang pengusaha tahu dan Suharjo yang memproduksi tempe. Sutrisno menaikkan harga jual tahu ukuran besarnya dari Rp 900 menjadi Rp 1.000

Kenaikan yang lebih tajam dilakukan Saharjo pada tempenya. Untuk ukurang 5 ons, naik dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000.

Jurus kedua, mengecilkan ukuran, seperti yang dilakukan Sumiyati. Namun ia mengaku cara ini masih sulit mengingat ada batasan minimal ketebalan tahu.

"Kalau terlalu tipis gampang hancur. Nanti malah banyak yang balikin, saya makin rugi," katanya.

Jurus ketiga, bisa dibilang yang tragis, yaitu mengurangi volume produksi sampai menutup usahanya. Tingginya harga kedelai jelas-jelas membuat pengusaha tidak lagi mampu membeli kedelai seperti biasa.

Jika Sutrisno biasa membeli 1,5-2 kuintal kedelai tiap hari, kini ia hanya sanggup membeli 7 kuintal kedelai. "Uangnya yang nggak ada," katanya.

Sementara Sumiyati lebih tragis, ia terpaksa berhenti memproduksi tahu beberapa hari kemarin karena dinilai tidak ekonomis lagi. Sebenarnya ia sudah mencoba mengirit dengan mengecilkan ukuran tahu, tapi ternyata tidak bisa mengimbangi harga kedelai. Kalau harga tahunya dinaikkan, konsumennya akan lari.

"Makanya kemarin saya sempat enggak bikin dulu. Baru besok mau mulai lagi," katanya.
(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads