Mari: Tidak Ada Kartel Kedelai

Mari: Tidak Ada Kartel Kedelai

- detikFinance
Minggu, 20 Jan 2008 14:21 WIB
Jakarta - Pemerintah membantah adanya kelompok kartel dalam industri kedelai. Meski ada 4 importir utama kedelai, siapa pun bisa untuk mengimpor kedelai.

"Tidak ada tata niaga untuk impor siapa pun boleh impor," tegas Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela-sela sidak ke lokasi pengolahan tahu dan tempe di Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (20/1/2008).

Empat importir utama kedelai selama ini adalah Cargill, Teluk Intan, Liong Seng, Gunung Sewu. Mari mengakui, mengimpor kedelai butuh biaya besar agar kegiatan impor itu bisa ekonomis.

"Mereka memang melakukan impor, tapi yang lain lain juga bisa. Tapi untuk jenis pasar kedelai, minimum impor untuk ekonomis minimal lotnya 50.000 ton, perlu modal besar, tapi terbuka. Yang sudah melakukan impor 3-6. kebetulan sekarang yang punya stok yang 4 itu," ujarnya

Untuk bea masuknya, karena berlaku fluktuatif mengikuti perkembangan harga. Pemerintah akan kembali menaikkan bea masuk tersebut begitu harga kedelai di pasaran turun.

"Bea masuk merupakan instrumen yang biasa digunakan pemerintah menghadapi kenaikan harga di luar. Kalau harga dunianya turun, kita bisa naikan lagi bea masuk," katanya.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga harga di tingkatan konsumen dan petani. Agar harga bisa menarik bagi petani namum tidak memberatkan konsumen.
(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads