Stabilnya pasokan gas dari PGN telah membuat 4 perusahaan besar keramik memutuskan untuk melakukan ekspansi di tahun ini.
Keempat perusahaan itu ialah Royal Doulton, Asia Tile, Arwana Keramik dan Kia Keramik. Perusahaan keramik skala kecil juga akan menyusul langkah perusahaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investasi per pabrik rata-rata US$ 15 juta, diperkirakan total investasi keempatnya akan lebih dari US$ 50 juta. Langkah investasi ini diambil setelah Oktober 2007 PGN berkomitmen memperbaiki pasokan gas dan tahun ini tidak menaikkan harga gas," ungkap Achmad.
Menurutnya gara-gara seretnya pasokan gas PGN selama tahun 2007 telah membuat perusahaan keramik enggan melakukan ekspansi, meskipun permintaan keramik melonjak.
Hal ini membuat para produsen memilih untuk merelokasikan pesanannya untuk keramik ukuran 60x60 m2 ke atas karena tidak memiliki peralatan produksi dan tingginya biaya produksi.
"Relokasi order ke Thailand, Malaysia dan China. Keuntungannya harga bisa ditekan karena tidak kena PPN, per bulannya keramik yang diorder mencapai 10-15 ton. Kalau per kontainer pajaknya sebesar US$ 2 ribu maka pemerintah rugi Rp 1,3-1,5 miliar," ungkapnya.
Untuk menghindari kerugian lebih jauh, ia meminta pemerintah mendukung ekspansi para perusahaan keramik dengan memberi dukungan perbankan. Nantinya dengan adanya investasi tersebut, relokasi order tidak akan dipilih produsen karena peralatan sudah dimiliki sendiri.
(arn/ir)











































