Direktur Pemasaran dan Niaga Ahmad Faisal menjelaskannya dalam paparan di rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, Jakarta, Senin (21/1/2008).
Jumlah tabung yang akan diimpor itu dengan asumsi kapasitas produksi nasional tidak bertambah, tetap 18,5 juta unit per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula pada 2009, dari kebutuhan 26,5 juta tabung, industri dalam negeri diperkirakan masih hanya akan memasok 18,5 juta tabung. Dan 8 juta sisanya juga akan diimpor.
Sementara pada 2010, dari kebutuhan 25,5 juta tabung, sekitar 18,5 juta tabung akan dipasok industri dalam negeri, dan 7 juta sisanya kembali diimpor.
Faisal juga melaporkan, hingga 15 Januari 2008, tabung dan kompor elpiji yang dibagikan mencapai 303.135 kepala keluarga. Dari target bulan Januari 2008 sebanyak 700.000 KK.
Volume elpiji yang dibagikan sebanyak 6.645 matrik ton dari target 20.003 matrik ton
untuk menggantikan 23.607 kilo liter dari target bulan ini 65.881 kilo liter. (lih/ir)











































