Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui, pelemahan ekonomi AS sudah dirasakan dampaknya oleh Indonesia yakni dari sisi penurunan ekspor.
"Ini yang harus kita waspadai. Tahun lalu pertumbuhan ekspor kita ke AS turun dari tren. Biasanya 10%, tahun lalu cuma 5%. Dampak sudah terasa ya," ujar Mari di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/1/2008).
Bagaimana menanggulanginya? "Kiatnya adalah dengan diversifikasi pasar dan produk supaya kita bisa menjangkau pasar," imbuh Mari.
Indonesia akan membidik pangsa pasar negara lain yang masih tumbuh tinggi untuk ekspornya seperti China, India, Korea, Jepang, Rusia dan Timur Tengah.
"Jadi ini kita intensifkan promosi dan diversifikasinya. Kita sudah mulai sejak tahun lalu," kata Mari.
Sementara dari dalam negeri, kata Mari, permintaannya sudah semakin membaik. Kenaikan permintaan domestik itu diharapkan bisa menutupi turunnya ekspor.
Mari juga mengingatkan agar faktor lain selain ekspor didorong agar tetap bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
"Kita juga harus fokus pada fiskal stimulus. Kalau faktor pertumbuhan dari ekspor akan turun, maka kita konsentrasi sumber pertumbuhan ke dalam negeri. Kita dorong realisasi investasi dan sebagainya. Peningkatan prasana dsb," pungkas Mari.
(qom/ir)











































