Resesi AS Paling Besar Berdampak ke Pasar Finansial RI

Resesi AS Paling Besar Berdampak ke Pasar Finansial RI

- detikFinance
Senin, 21 Jan 2008 13:42 WIB
Jakarta - Investasi Amerika yang mengalir ke Indonesia akan terhenti jika negara Paman Sam tersebut betul-betul terkena resesi. Pasar finansial Indonesia paling besar dampaknya.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Apindo Sofyan Wanandi usai mengikuti pertemuan APEC Bussines Advisory Council (ABAC) dengan Presiden SBY di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Senin (21/1/2008).

"Pasti besar dampaknya terutama di sektor finansial. Sama seperti kita di tahun 1997 yang terjadi krisis, keuangan ketat, tidak ada investasi. Karena pemain utama dunia lagi tight money policy. Kita jualan ke AS pasti juga tersendat. Ekspor kita paling besar ke sana," jelasnya.

Menurutnya, dampak lanjutan dari resesi AS akan menyebar ke China, Jepang, dan Eropa. Hal ini membuat impor negara-negara tersebut dari Indonesia juga akan berkurang seperti halnya AS yang mulai mengurangi impornya.

"China, Jepang, Eropa ikut berat karena pasarnya di AS juga besar, maka mereka beli ke kita juga akan berkurang karena kebutuhannya berkurang. Maka dari itu kita harus siap dengan memainkan kekuatan dalam negeri," ujarnya.

Langkah yang akan diambil pemerintah dengan mengalihkan ekspor ke luar Amerika karena resesi di negara tersebut. Menurutnya, tidak akan terlalu membantu karena pasar diluar Amerika masih kecil sedangkan Amerika menguasai 50% perdagangan dunia.

"AS itu 50% perdagangan dunia dengan dia. Mau dialihkan ke mana ekspor kita? Tidak bakal cukup. Karena tidak ada yang punya pasar sebesar dia. Memang masih ada negara lain yang bisa membeli produk utama kita. Cuma kita tidak bisa terlalu mengharap mereka cepat masuk dan investasi," jelasnya.


(arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads