Produksi Jagung 2007 Tertinggi, Kedelai Turun Drastis

Produksi Jagung 2007 Tertinggi, Kedelai Turun Drastis

- detikFinance
Senin, 21 Jan 2008 13:36 WIB
Jakarta - Produksi jagung di tahun 2007 mencapai pertumbuhan tertinggi, yaitu 1,67 juta ton, atau tumbuh 14,39% dibandingkan dengan tahun 2006.

Demikian disampaikan Menteri Pertanian, Anton Apriantono, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, di gedung DPR RI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (21/1/2008).

"Produksi jagung 2007 yang sebesar 13,28 juta ton atau tumbuh 14,39%, merupakan angka tertinggi yang pernah tercapai selama ini," ujar Anton.

Pada tahun 2006, produksi jagung sebesar 11,61 juta ton. Sementara kenaikan produksi yang cukup signifikan tersebut, didorong oleh penerapan program bibit unggul tahun 2007.

"Untuk jagung hibrida, program menargetkan penyaluran sebanyak 8.836 ton. Realisasinya sebesar 86%. Untuk jagung non hibrida, penyalurannya ditargetkan sebanyak 3.537 ton. Realisasinya sebesar 77%," papar Anton.

Untuk tahun 2008, produksi jagung ditargetkan tumbuh 20%, sehingga mampu memproduksi 16 juta ton. Sementara pada 2009, target produksi jagung sebesar 10% dibanding tahun 2008, atau total menjadi 18 juta ton.

Terkait bencana banjir yang melanda sebagian besar areal tanam pertanian, termasuk jagung, ditaksir kehilangan produksi di areal puso seluas 2.144 Ha.

"Taksiran sementara kerugian bisa mencapai Rp 17,4 milliar," ungkap Anton.

Kedelai

Untuk produksi kedelai di tahun 2007 menurun drastis, yaitu sebesar 139 ribu ton atau turun 18,6%. Hal itu disebabkan turunnya luas panen kedelai sebesar 116 ribu Ha, atau sekitar 20% dari total luas areal tanam.

Sementara bencana banjir menyebabkan potensi kehilangan produksi di areal puso seluas 526 Ha dengan potensi nilai kerugiannya sebesar Rp 3 milliar.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads