Untuk proyek tersebut, Pertamina menandatangani kontrak EPC (engeneering, procurement, and construction) dengan Rekayasa Industri dan Toyo Engeneering Corp.
Demikian isi keterangan pers dari VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro dalam siaran persnya, Selasa (22/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhirnya, proses ini bisa menambah kapasitas produksi propylene Pertamina sebanyak 179.000 matrik ton per tahun.
Diharapkan, hasil modifikasi kilang ini bisa selesai pada Oktober 2010. "Ini merupakan proyek pertama Pertamina dan pertama di Indonesia. Pembiayaan sementara dilakukan dengan cara bridging memakai uang Pertamina sendiri. Tapi nantinya akan ada pinjaman sindikasi dari luar," terang Wisnuntoro. Sebelumnya, konsorsium Rekayasa dan Toyo juga pernah membangun proyek Blue Sky di Balongan, Indramayu, proyek Petronas Aromatic Project Piping Work di Malaysia,
Pabrik Pupuk Kujang 1B (Cikampek). (lih/arn)











































