Penggerebekan yang dilakukan pagi ini, Selasa (22/1/2/2008) sekitar pukul 10.00 WIB, berhasil memergoki proses unloading oplosan minyak tanah yang dicampur solar.
Volume BBM oplosan yang menjadi barang bukti mencapai 16 kilo liter. Berdasarkan keterangan yang didapat sejauh ini, BBM oplosan itu digunakan untuk menggerakkan boiler pemotong kertas.
Sekarang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPH Migas sedang memberkas peristiwa tersebut.
"Sekarang sedang kami berkas," kata Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya ke detikFinance, Selasa (22/1/2008).
Mengenai perkiraan kerugian negara, Tubagus mengaku sedang menghitungnya. Tapi diperkirakan BBM oplosan itu didominasi minyak tanah. (lih/qom)










































