Sebelumnya, Pertamina menyatakan juga akan meningkatkan produksi di kilang Balongan. Diharapkan dengan digenjotnya produksi di kilang tersebut maka target produksi minyak tahun ini dapat tercapai.
"Sekarang FEED-nya sedang dikerjakan di Jakarta dan Tokyo," kata Dirut Pertamina Ari Soemarno usai penandatanganan modifikasi kilang Balongan di kantor Pusat Pertamina
(22/1/2008).
FEED ini rencananya bisa selesai pada Maret 2008, dan setelahnya akan ditentukan final investment decision (FID).
"Setelah ditentukan FID-nya, kemudian akan dibuka pre kualifikasi untuk EPC
(engeneering, procurement, and construction)," ujarnya.
Namun beberapa perusahaan sudah menyatakan ketertarikannya untuk mengikuti tender tersebut. Seperti Rekayasa Industri, JS Korea, dan Toyo SGS.
Ari memperkirakan, investasi yang dibutuhkan akan mencapai lebih dari US$ 1,5 miliar. Di proyek ini Pertamina mempunyai saham sebesar 20 persen dan 80 persen sisanya dimiliki Mitsui.
Namun dari kebutuhan US$ 1,5 miliar itu, hanya 30 persen yang berasal dari ekuitas dan sisanya pendanaan dari luar.
"Yang akan cari pinjaman ya Pertamina dan Mitsui," katanya.
Dengan modifikasi ini, produksi BBM dari kilang Cilacap bertambah sekitar 60 ribu barel per hari, meskipun kapasitas crude yang diolah tetap. Perkiraannya Pertamina nambah 60 persen, elpiji 20 persen, dan sisanya propylene dan sedikit aromatic.
"Tapi itu fleksibel. Jadi kita bisa ubah-ubah presentasenya tergantung apa yang sedang mahal saat itu," kata Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmomartoyo. (lih/arn)











































