Blok Masela yang merupakan eksplorasi di laut dalam, saat ini dikuasai penuh oleh Inpex, perusahaan migas asal Jepang.
Wadirut Pertamina Iin Arifin Takhyan menjelaskan, Pertamina baru dalam tahap diajak secara informal. Namun pihaknya tidak akan menyia-nyiakan jika Inpex mau menjual sebagian kepemilikannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berapa persen saham yang diinginkan pun belum bisa dipastikan. "Kalau mereka mau mengeluarkan, tergantung dia mau memberi berapa," katanya.
Demikian juga kepemilikan di lapangan Tangguh. Namun sama seperti Masela, ketertarikan ini baru sebatas wacana yang belum ada pembicaraan khususnya.
Menurut Iin, saat ini Pertamina punya tenaga ahli di bidang LNG yang memadai.
Sehingga sayang kalau hanya menangani proyek-proyek Pertamina yang saat ini saja.
"Kita punya tenaga ahli di LNG. Kalau mengikuti yang sekarang saja, kita bisa turun. Makanya kita nggak mau ngikutin yang sekarang, kita mau naik. Kalau ada kesempatan di tempat lain, kita mau partispasi," tambahnya.
(lih/ddn)










































