Demikian dikatakan Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam Raker dengan Komisi VI
di gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (22/1/2008).
Fahmi menjelaskan, jika pada 2006 sekitar 84.915 unit usaha tahu tempe bisa berproduksi 2.669,24 ribu ton. Namun pada 2007 dengan unit usaha yang sama, produksi turun menjadi 2.172,44 ribu ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
meskipun tipis.
"3 tahun terakhir jumlah unit usaha IKM tahu tempe hanya meningkat rata-rata 0,5% per tahun," ungkap Fahmi.
Ia memaparkan, pada 2004 jumlah unit usaha tahu tempe sebanyak 84 ribu, naik di 2005 menjadi 84,5 ribu unit.
Pada periode itu tingkat utilisasi kapasitas produksi berkisar 80-85 persen. Namun setelah naiknya harga kedelai, tingkat utilisasi turun menjadi 60-65 persen.
"Ini sebagai akibat terhentinya produksi dan pengurangan volume produksi yang bersifat sementara," katam Fahmi.
Sementara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan kenaikan harga kedelai masih akan terjadi sampai 6 bulan ke depan.
"Tapi kenaikannya akan lebih landai, tidak sebesar puncaknya pada awal 2008," urai Mari.
(lih/arn)










































