Berdasarkan hitungan Dana Moneter Internasional (IMF) sekitar 1 persen penurunan pertumbuhan ekonomi AS akan menurunkan pertumbuhan di Asia sekitar 0,5-1 persen.
"Itu tergantung dari AS, tapi dampaknya akan lebih besar di Asia Tenggara," ujar Deputi Direktur IMF, seperti dikutip AFP, Rabu (23/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara-negara pengekspor di Asia akan lebih bersaing dalam merebutkan kue pasar AS yang lebih sedikit dengan perlambatan ekonominya. Dia menilai China masih kuat dari segi kompetisi.
Pemulihan Pasar Keuangan akan Lama
Sementara itu dari sisi finansial, meski sudah disuntik oleh The Fed dengan menurunkan suku bunga, proses pemulihan pasar keuangan akibat krisis di AS akan sangat rumit dan berlangsung lama.
"Stabilisasi pasar keuangan akan sangat kompleks dan lama. Ditambah perlambatan dalam ekonomi global yang tidak dapat dihindari lagi," ujar juru bicara Dana Moneter Internasional (IMF) Masood Ahmed.
Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn sudah memperingatkan bahwa situasi ekonomi dunia sangat serius karena resesi di AS. Hal ini bisa berpengaruh ke negara berkembang.
"Situasinya sangat serius, semua negara terkena dampak dari perlambatan di AS, setidaknya di negara berkembang," ujar Strauss-Kahn usai bertemu Presiden Perancis Nicolas Sarkozy Senin 21 Januari.
IMF menyambut baik penurunan suku bunga The Fed hingga 75 basis poin ke level 3,5 persen. "Penurunan 75 basis poin sudah sesuai dan akan membantu," ujar Masood Ahmed.
(ddn/qom)











































