Demikian dikatakan Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin menjelaskannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (23/1/2008).
"Medco usulkan perubahan split menjadi 51:49," katanya.
Perubahan bagi hasil yang diusulkan Medco ke BP Migas antara lain untuk lapangan Alu Siwah, Alur Rambong, dan Julu Rayeu di blok tersebut.
Menurut Muin, saat ini pihaknya tengah membahas permintaan perubahan bagi hasil Medco itu ke Menteri ESDM.
Muin menjelaskan, Blok A ditargetkan berproduksi sebanyak 110 mmscfd pada awal 2010 dengan perikiraan
investasi 450 juta dolar AS.
Di blok ini Medco memiliki 41,67%, Premier Oil sebesar 41,66%, dan Japan Petroleum Exploration (Japex) sebesar 16,67%. (lih/arn)











































