Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai rapat kabinet di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (23/1/2008).
2 cara itu menurut Mari adalah pertama dengan menggunakan instrumen fiskal seperti bea masuk, PPN, dan tata niaga. Kedua dengan mempelajari siapa yang paling terkena dampak fluktuasi apakah itu konsumen, atau produsen UKM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai pengaruh perlambatan ekonomi di AS, pemerintah akan melakukan diversifikasi pasar ke negara yang tidak terlalu kena dampak dari perlambatan ekonomi di AS.
Negara yang dibidik antara lain negara-negara di kawasan Asia lain seperti China, India. Rusia juga jadi sasaran karena sedang mengalami booming akibat tingginya harga minyak.
"Jadi sebetulnya itu yang menjadi kiat kita untuk mengurangi imbas dari penurunan permintaan Amerika," ujarnya.
Ekspor ke AS dari Indonesia sudah drop 5 persen pada tahun lalu, biasanya ekspor RI ke AS mencapai 10 persen. "adi hal itu sudah dirasakan tahun lalu. itu lebih banyak dirasakan produk manufacturing," ujarnya.
(ddn/qom)











































