Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Boediono usai rapat kabinet di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (23/1/2008).
"Ya itu daya tahan kita diperkuat. Kalau ada badai akan datang, kita tidak bisa menghambat atau melawan badainya. Tapi kita perbaiki rumah kita supaya nggak roboh," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang dimaksud Boediono dengan memperkuat APBN adalah dengan menjaga keseimbangan penerimaan, pengeluaran dan pembiayaan. "Sampai sekarang kita masih oke," ujarnya.
Menkeu Sri Mulyani mengatakan apa yang terjadi di AS berbeda dengan Indonesia. Bank sentral AS yakni The Fed harus menurunkan suku bunga untuk mencegah resesi di AS ketimbang menekan inflasi.
Pemerintah menurut Sri Mulyani mengetahui adanya ancaman dari risiko global yang akan mempengaruhi target pertumbuhan ekonomi RI.
"Karena itu respon kita baik dari sisi fiskal maupun moneter akan disesuaikan pertama, bagaimana pengaruh perekonomian global langsung terhadap perekonomian kita. apakah itu melalui neraca pembayaran dari sisi ekspor maupun impor. Kemudian masuk dari pengaruh selanjutnya dari sisi katakanlah pasar saham dan pasar uang," ujarnya.
(ddn/qom)











































