Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis di sela-sela peluncuran buku Essays in Macroeconomic Policy, The Indonesian Experience oleh Miranda Goeltom di Toko Buku Gramedia, Jalan Matraman Raya, Jakarta, Rabu (23/1/2008).
"Makanya kejadiannya seperti ini, sehingga diambil jalan subsidi terpaksa dengan memotong bea masuk, apa boleh buat, masa kita tidak boleh makan tempe. Ini sebenarnya tindakan yang memang sudah putus asa, tapi harus dilakukan, belum lagi kita dihadapkan dengan kekurangan subsidi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua nggak bisa terima terima itu. Nah disini saya menyalahkan Menkeu. Tahun yang lalu saya sudah ingatkan, pertumbuhan tinggi itu bagus, tapi jangan buat suatu anggaran penerimaan yang tinggi, sebab anggaran penerimaan kita kan naik terus, dari zaman Bu Mega Rp 370 triliun, sekarang jadi Rp 800 triliun," paparnya.
(ddn/qom)











































