Piutang Pertamina Capai Rp 24,7 T

Piutang Pertamina Capai Rp 24,7 T

- detikFinance
Kamis, 24 Jan 2008 08:58 WIB
Jakarta - Hingga akhir 2007, piutang Pertamina dari beberapa kreditur terbesarnya menembus Rp 24,026 triliun dan US$ 73,95 juta atau secara total sekitar Rp 24,7 triliun. Pengutang terbesarnya antara lain PLN, TNI, Garuda dan Sempati yang sudah dilikuidasi.

"Angka ini merupakan versi yang dicatat Pertamina," kata Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (23/1/2008) malam.
 
PLN hingga 31 Desember 2007 mencatat utang ke Pertamina sebesar Rp 19,3 triliun. Menurut Frederick penyelesaian yang sudah dilakukan selama ini antara lain dengan pembayaran tunai, offsetting dengan subsidi listrik dan rencana penerbitan obligasi.
 
"Offsetting subsidi listrik itu diteruskan ke pemerintah untuk pembayaran deviden pertamina ke pemerintah. Sementara rencana obligasi masih digodok di BUMN dan otoritas bursa terkait," lanjutnya.
 
Selain itu TNI yang tercatat mempunyai utang sebesar Rp 4,671 triliun ke Pertamina . Penyelesaiannya antara lain juga dengan offsetting (non tunai).
 
"Kami paham TNI mempunyai keterbatasan anggaran dibanding kebutuhan BBM padahal kami menjual BBM-nya dengan harga pasar," katanya.
 
Lalu ada Garuda yang hutangnya tercatat US$ 73,95 juta dan Rp 12,14 miliar. Jumlah ini merupakan sisa outstanding sejak 2004 sampai 2007 yang sebagian telah dicicil.
 
"Sejak Juni 2006, setiap pembelian avtur akhirnya harus dibayar dengan tunai. Dan penyelesaian hutang ini terkait restrukturisasi hutang Garuda yang dikoordinasi Kementrian BUMN," katanya.
 
Sementara Sempati yang sudah dilikuidasi dan dinyatakan pailit tercatat berhutang Rp 43 miliar yang belum tertagih. Upaya penyelesaiannya pun di koordinasi Kementrian BUMN melalui tuntutan pengadilan. (lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads