Impor HOMC Pertamina Melonjak 800% Tahun 2007

Impor HOMC Pertamina Melonjak 800% Tahun 2007

- detikFinance
Kamis, 24 Jan 2008 09:02 WIB
Jakarta - Realisasi impor high octane mogas component (HOMC) Pertamina tahun 2007 melonjak 800 persen lebih dari RKAP. Total HOMC yang diimpor Pertamina sepanjang tahun 2007 mencapai 3,716 juta barel.
 
"Kira-kira segitu," kata Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmomartoyo mengkonfirmasi pernyataan anggota Komisi VII DPR Alvin Lie yang mengatakan impor HOMC Pertamina 2007 mencapai 812 persen dari RKAP.
 
Namun Suroso mengaku lupa ketika ditanya berapa impor HOMC yang tercantum di RKAP Pertamina 2007.
 
Sepanjang tahun kemarin, impor HOMC Pertamina terjadi di bulan Maret sebesar 571 ribu barel, April 200 ribu barel, Mei 420 ribu barel, Agustus 375 ribu barel, September 382 ribu barel, November 797 ribu barel, dan Desember 971 barel.
 
Dan untuk tahun 2008, Suroso memperkirakan impor HOMC naik menjadi sekitar 4 juta barel setahun.
 
"Karena kita akan TA (turn around) Balongan, jadi ada produksi HOMC yang hilang," katanya dalam rapat kerja di Gedung DPR/MPR, Rabu (23/1/2008) malam.
 
HOMC merupakan produk hasil pengolahan minyak mentah yang biasa dicampur dengan nafta atau LOMC (Low Octane Mogas Component) sebagai bahan baku BBM seperti Premium beroktan 88.
 
Menurut Dirut Pertamina Ari Soemarno, naiknya impor HOMC merupakan pilihan Pertamina yang menganggap impor HOMC masih lebih ekonomis dibanding impor Premium 88 yang sudah jadi.
 
Selain karena harga HOMC lebih murah dari premium jadi, produksi nafta Indonesia juga cukup tinggi. Jadi dengan menyediakan HOMC sekaligus bisa memanfaatan nafta yang tersedia.
 
"Daripada kita impor Premium jadi, kan lebih baik kita impor bahan bakunya, HOMC itu. Kan beda harganya, kmpor premium jadi lebih mahal," kata Ari.
 
Suroso menambahkan, kilang-kilang Pertamina juga sebenarnya memproduksi HOMC dengan jumlah yang jauh lebih besar. Namun ada kalanya ketika kilang sedang rusak atau perawatan, produksi HOMC jadi berkurang sementara kebutuhan premium 88 tetap tinggi.
 
"Makanya yang penting bagaimana kita produksi Premium 88, kan. Daripada beli premium 88 jadi, mending kita beli HOMC yang merupakan bahan bakunya. Kita campir dengan nafta kita. Lebih ekonomis jadinya," katanya.
 
UP (Unit Pengolahan) II Dumai Pertamina menghasilkan HOMC sekitar 12 ribu barel per hari, UP III Plaju menghasilkan 15 ribu barel per hari, UP IV Cilacap menghasilkan 25 ribu barel per hari, UP V Balikpapan menghasilkan 20 ribu barel per hari, dan UP VI Balongan menghasilkan 110 ribu barel per hari.
 
Jika ditotal, produksi HOMC Pertamina dalam sebulan saja sudah mencapai 5,460 juta barel. Lebih tinggi dari impor sepanjang tahun yang 3,716 juta barel. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads