RI Paling Kebal dari Krisis Subprime

RI Paling Kebal dari Krisis Subprime

- detikFinance
Kamis, 24 Jan 2008 10:08 WIB
Jakarta - Indonesia menjadi salah satu negara Asia yang paling kebal dari dampak krisis subprime mortgage di Amerika Serikat. Dampak krisis tersebut ke Indonesia paling sedikit setelah India.

Berdasarkan ING Investor Sentimen Index, hanya 9% responden yang menyatakan keputusan investasi mereka sedikit banyak dipengaruhi krisis subprime dalam 3 bulan terakhir. Sementara 7% menyatakan keputusan investasinya akan dipengaruhi isu tersebut dalam 3 bulan kedepan.

"Pasar modal Indonesia yang bergairah dan sektor-sektor kunci yang berkembang pesat seperti infrastruktur, sumber daya alam, properti dan sektor keuangan membuat investor menjadi semakin yakin dan percaya diri dalam berinvestasi," kata Robert Scholten, Presdir PT ING Securities Indonesia dalam siaran persnya, Kamis (24/1/2007).

Keyakinan ini dicerminkan oleh meningkatnya optimisme terhadap perbaikan situasi ekonomi di masa mendatang sete;ah melihat kondisi ekonomi yang stabil pada. Hal itu terlihat dari persentase responden yang merasa optimistis naik dari 47% di survei gelombang pertama menjadi 62%.

"Indonesia membukukan pertumbuhan tahunan tertinggi dalam satu dekade di tahun 2007. Faktor fundamental ekonomi seperti tekanan inflasi, defisit anggaran belanja dan pembelanjaan infrastruktur yang relatif tetap stabil telah menjadi salah faktor pendorong kepercayaan investor yang semakin meningkat," kata Scholten.

Hal ini, lanjut dia, dikombinasikan dengan sifat dasar investor Indonesia yang lebih konservatif, menjadi faktor-faktor kunci dari positifnya pandangan investor yang berkelanjutan sepanjang akhir tahun 2007.

Dalam survei itu, terungkap bahwa investor Indonesia adalah investor yang paling optimis dengan perbaikan situasi ekonomi Amerika Serikat di masa mendatang (37%) setelah Filipina (40%). Persentase ini cukup signifikan apabila dibandingkan dengan negara-negara yang kurang optimis seperti Taiwan, Malaysia, dan Jepang dengan persentase masing-masing hanya 11%, 12%, dan 13%.

ING Investor Sentiment index dilakukan berdasarkan analisa survei triwulanan yang diprakarsai oleh ING dan dilaksanakan oleh perusahaan riset independen, TNS. Pertama kali diluncurkan pada bulan Oktober 2007, riset ini mensurvei perubahan sentimen dan perilaku investasi di 13 pasar Asia, yaitu Australia, China, Hong Kong, India, Jepang, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand.

Pada survei gelombang kedua, yang dilakukan pada akhir bulan November 2007, 1.311 investor kaya diwawancara baik secara langsung atau melalui online. Survei ini tidak mencakup perkembangan terakhir seperti penurunan pasar yang terjadi akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap ekonomi global yang terjadi baru-baru ini. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads