Selain itu juga, faktor permintaan elektronik yang cenderung meningkat di dalam negeri China menjelang perayaan Imlek Februari nanti turut menyumbang kelangkaan di pasar domestik Indonesia.
Penyebabnya para produsen China lebih memperioritaskan kebutuhan domestik pasar dalam negeri mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun ia mengakui produk China hingga Januari masih beredar namun belum mampu memenuhi permintaan pasar dalam negeri. "TV yang paling parah sekali," ujarnya.
Selama ini produk elektronik asal China hampir menguasai 30% pangsa pasar elektronik dalam negeri. Mencakup semua item produk dengan beberapa merek elektronik seperti Changhong, Konka, TCL, Haier dan lain-lain.
Beberapa jenis produk China yang paling laris di pasar dalam negeri Indonesia terutama untuk jenis VCD/DVD player, disusul oleh produk-produk lainnya seperti strika, AC, kulkas, kipas angin dan lain-lain.
Ia memperkirakan kelangkaan ini akan mulai pulih kembali pada bulan Maret 2008 karena sesudah Imlek para produsen China baru akan melakukan menyuplai barang. "Setidaknya dibutuhkan waktu hingga satu bulan lamanya untuk tiba di pasar Indonesia," imbuhnya.
(ir/qom)











































