Bush Minta Kongres AS Segera Sahkan Paket Stimulus Fiskal

Bush Minta Kongres AS Segera Sahkan Paket Stimulus Fiskal

- detikFinance
Jumat, 25 Jan 2008 13:40 WIB
Wahington, DC - Presiden Amerika Serikat George W Bush yakin sekali paket kebijakan stimulus fiskal senilai US$ 150 miliar miliknya bisa mencegah AS dari resesi. Bush meminta Kongres AS yang merupakan gabungan dari DPR (House) dan Senat AS segera mensahkan paket itu.

"Paket ini memiliki formula yang tepat dengan ukuran yang pas. Insentif dalam paket ini akan meningkatkan pengeluaran konsumsi dan investasi bisnis," ujar Bush kepada wartawan di Gedung Putih, Washington seperti dikutip AFP, Jumat (25/1/2008).

Salah satu yang 'diunggulkan' dari kebijakan itu adalah pemotongan pajak. Dan Bush yakin daya beli masyarakat AS akan meningkat dengan adanya pemotongan pajak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itulah Bush mendesak Kongres AS segera mengesahkannya setelah kabinetnya dan DPR mengumumkan adanya kesepakatan soal paket itu.

"AS membutuhkan paket itu untuk mendorong ekonomi saat ini. Saya mendesak DPR dan Senat untuk mengesahkan undang-undangnya," ujarnya.

Selain pemotongan pajak, paket itu juga memberikan stimulus bagi sekitar 117 juta keluarga di AS.

Bush menyadari adanya kekhawatiran warganya soal resesi ekonomi, namun dia menegaskan pemerintahnya mampu mengatasi dampak negatif ambruknya sektor perumahan dan naiknya harga komoditas energi.

"Tantangannya adalah perlambatan ekonomi. Namun Amerika bisa yakin mengenai outlook jangka panjang kita yang masih kuat, dinamis dan elastis," ujarnya.

Dalam paket yang diajukan Bush, surat pemberitahuan pemotongan pajak akan segera dikirim dalam beberapa minggu ini ke 117 juta keluarga AS yang masuk kriteria yang berhak menerima potongan pajak.

Wajib pajak yang belum berkeluarga akan memperoleh cek senilai US$ 600 sedangkan yang berkeluarga mendapat cek sekitar US$ 1.200 plus potongan pajak sebesar US$ 300 per anak. Warga AS yang miskin yang tidak membayar pajak juga akan mendapat cek sekitar US$ 300.  

Pejabat Kongres mengatakan pemotongan pajak atau tax rebate ini akan membantu sekitar 35 juta keluarga yang bekerja.

"Jadi, bagi warga AS yang bekerja akan mendapat kesempatan pertama sesuai paket Bush. Ini adalah inisiatif bagi warga kelas menengah," ujar House Speaker Nancy Pelosi.

Selain itu, pengusaha boleh menghapus (write off) pajak untuk investasi baru guna menstimulasi pengeluaran korporat.

Menkeu AS Henry Paulson mengatakan paket senilai US$ 150 miliar ini akan merangsang pengeluaran konsumer dalam 60 hari atau kurang setelah ditandatangani.

Paket ini juga berisi reformasi dalam pasar mortgage untuk mengatasi ambruknya pasar.
(ddn/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads