Probabilitas Resesi AS 50:50

Probabilitas Resesi AS 50:50

- detikFinance
Jumat, 25 Jan 2008 15:25 WIB
Vancouver - Tahun lalu, probabilitas terjadinya resesi di Amerika Serikat (AS) hanya sepertiga. Namun kini, probabilitas resesi AS makin besar. Alan Greenspan menyebut persentasenya mencapai 50:50 atau bahkan lebih.

"Persentasnya secara meyakinkan naik dari tahun lalu saat saya mengatakan hanya sepertiga," kata Greenspan dalam audiensi finansial di Vancouver, Kanada, seperti dikutip dari News.com, Jumat (25/1/2008)

"Saya kira kita sekarang pada satu titik di sisi atau melampauinya. Probabilitas resesi AS kini mencapai 50%, atau bahkan lebih, namun kita belum sampai kesana," tambah mantan Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) itu.

Greenspan mengatakan, sangat sulit untuk memrediksi secara pasti kapan ekonomi AS akan benar-benar jatuh ke resesi. Tapi kalaupun terjadi resesi, menurut Greenspan tidak akan terlalu dalam.

"Perekonomian sekarang lebih tangguh dibandingkan dengan masa lalu. Dengan alasan itu, saya berpendapat bahwa yang akan terjadi adalah resesi yang dangkal," imbuh pria berusia 81 tahun itu.

Yang pasti, menurut Greenspan, ada pelajaran yang bisa diambil dari pelemahan ekonomi dan gejolak pasar finansial baru-baru ini, sebagaimana yang terjadi setelah serangan terorisme 11 September 2001. Pelajaran itu tak lain adalah penghapusan kebijakan proteksi perdagangan.

Saat ditanya mengenai isu subprime mortgage yang menjadi pemicu gejolak di pasar finansial akhir-akhir ini, Greenspan berpendapat bahwa meski kredit itu berisiko, namun risiko itu rasanya setara karena telah membantu menambah kepemilikan rumah terutama untuk orang miskin.

Namun yang menjadi kejutan besar bagi Greenspan adalah bagaimana krisis subprime telah bermigrasi ke seluruh bagian di dunia karena sekuritisasi, dimana mortgage disangkutpautkan dengan penjualan melalui instrumen finansial yang rumit.

Sang legenda ekonomi
ini juga memberikan peringatan mengenai suntikan dana besar-besaran oleh lembaga-lembaga finansial asing, bahkan BUMN investasi suatu negara hingga miliaran dolar kepada bank-bank investasi yang menderita kerugian akibat krisis finansial.

"Saya harus akui bahwa saya sedikit tidak nyaman dengan hal itu. Tapi saya juga harus mengakui bahwa ada bukti yang sedikit bahwa mereka telah digunakan secara tidak layak," katanya.

China, Kuwait dan Singapura termasuk negara-negara yang ikut menyuntikkan dana demi membantu bank-bank investasi AS yang sedang kolaps karena krisis subprime mortagage seperti Citigroup, UBS dan Lehman Brothers.

Tercatat Citigroup menerima hampir US$ 7 miliar dari Singapore Investment Corp dan US$ 3 miliar dari Kuwait Investment Authority. Sedangkan Merril Lynch tercatat menerima US$ 6,6 miliar dari Kuwait, Korean Investment Corp.


(qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads