Pasar Global Bergolak, BUMN Diminta Cermat Kelola Valas

Pasar Global Bergolak, BUMN Diminta Cermat Kelola Valas

- detikFinance
Jumat, 25 Jan 2008 16:36 WIB
Jakarta - Perusahaan pelat merah diminta waspada mengantisipasi gejolak pasar global dengan mengelola pinjaman dan dana dalam valuta asing secara cermat.

Menneg BUMN Sofyan Djalil telah meminta para direksi BUMN untuk mengantisipasi dampak perubahan ekonomi dunia yang berpotensi menimbulkan gejolak sektor keuangan di Indonesia termasuk terhadap nilai mata uang rupiah.

"Diharapkan direksi BUMN melakukan langkah-langkah sistematis dalam mengelola struktur keuangan dan risiko bisnis secara lebih cermat dan hati-hati," demikian kutipan isi surat Sofyan kepada direksi BUMN tertanggal 16 Januari 2008 yang diterima Jumat (25/1/2008).
Lebih lanjut dikatakan Sofyan dalam suratnya, bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan seluruh direksi BUMN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, menghindari mismatch mata uang pinjaman terhadap sumber pendapatan. Caranya dengan melakukan review atas struktur neraca keuangannya sebagai dasar untuk menentukan mata uang pinjaman yang akan diambi. Hal tersebut juga perlu diiringi dengan pemahaman atas risiko terhadap perubahan nilai tukar.

"BUMN dengan struktur sumber pendapatan yang dominan dalam mata uang rupiah agar berupaya membiayai kebutuhan pendanaan modal kerja dan investasinya dengan sumber pinjaman rupiah," tuturnya.

Kedua, menghindari mismatch jangka waktu kebutuhan pendanaan dengan sumber pinjaman. Caranya dengan melakukan review atas jangka waktu kebutuhan pendanaan sebagai dasar untuk menentukan jangka waktu sumber pinjaman yang akan diambil.

"Review tersebut juga mencakup pemahaman dan mitigasi atas risiko yang dihadapi bila terjadi ketidaksesuaian jangka waktu antara pinjaman dengan sumber pendapatannya," ujarnya.

Ketiga, direksi BUMN diminta menghindari mismatch suku bunga dengan melakukan review atas suku bunga pinjaman dan cash flow dari sumber penghasilan untuk membayar pinjaman tersebut.

Dikatakan Sofyan, BUMN yang memiliki penghasilan dengan cash flow yang fixed seharusnya tidak menggunakan pinjaman dengan suku bunga variabel begitu pula sebaliknya.

"Hal tersebut juga perlu diiringi dengan pemahaman atas risiko terhadap perubahan suku bunga sehingga dapat melakukan mitigasi risiko suku bunga dengan optimal," katanya.

Keempat, adalah meningkatkan sinergi antara BUMN dan sinergi antara BUMN di berbagai sektor agar terus dikembangkan, baik sinergi antara BUMN sektor riil maupun antara BUMN sektor riil dengan BUMN sektor jasa, khususnya BUMN sektor keuangan.

"Sinergi tersebut ditujukan untuk menjaga pemupukan dan pengelolaan ketersediaan pasokan dana valuta asing agar dapat sejalan dengan kebutuhan dana valuta asing BUMN dan turut menjaga stabilitas pasar," katanya.

Dikatakan Sofyan, hasil kajian atau review di atas tadi dilaporkan Menneg BUMN bagi BUMN yang sahmnya 100 persen dimiliki oleh pemerintah. Laporan ditujukan kepada komisaris bagi BUMN yang sahamnya sudah dimiliki publik yang tembusannya disampaikan kepada Menneg BUMN.

(dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads