Salah satu cara yang paling ampuh untuk bisa menekan harga adalah dengan memproduksi mobil secara massal dan mengembangkan segmen mobil non-premium terutama untuk kelas dibawah 1500 CC.
Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Depperin Budi Darmadi kepada detikFinance, di Jakarta, Senin (28/01/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurutnya para produsen otomotif harus lebih memprioritaskan komponen dalam negeri sebagai bagian dari upaya menekan ongkos produksi.
Asumsi ini didasarkan oleh proyeksi Depperin pada tahun 2011, bahwa permintaan terhadap kendaraan roda dua akan mengalami stagnasi permintaan selama beberapa tahun. Kemudian akan diikuti oleh permintaan mobil-mobil ber-CC kecil dengan harga yang mudah terjangkau. Seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
"Jadi sudah hampir dipastikan pasar dari mobil-mobil murah akan semakin lebar di Indonesia," tambah Budhi. (arn/ir)











































