RI Tolak Serahkan Seluruh Refund dari IMF untuk Liberia

RI Tolak Serahkan Seluruh Refund dari IMF untuk Liberia

- detikFinance
Senin, 28 Jan 2008 13:31 WIB
Jakarta - IMF minta Indonesia menyerahkan seluruh dana refund sebesar SDR 25,5 juta untuk disumbangkan dalam program penghapusan utang Liberia. Namun Indonesia menolaknya.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, Indonesia hanya ingin menyumbang dana sesuai dengan kuotanya. Indonesia masih butuh dana tersebut.

"Sehubungan dengan rencana IMF untuk menyediakan paket pembiayaan bagi penghapusan tunggakan dan utang Liberia, IMF mengharapkan seluruh negara anggota termasuk Indonesia untuk mendukung dan mendukung kontribusi bagi program tersebut," jelas Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2008).

Dana kontribusi yang disalurkan IMF dalam program untuk Liberia itu rencananya akan diambil dari refund yang menjadi hak negara anggota dalam mekanisme burden sharing atau pembagian beban.

Ia menambahkan, IMF telah meminta Indonesia untuk memberikan seluruh kontribusi dari dana refund yang akan diterima sebesar SDR 25,5 juta.

"Namun mengingat program itu bersifat voluntary dan besarnya total refund yang menjadi hak Indonesia dinilai tidak proporsional apabila seluruhnya disalurkan, maka sesuai dengan kesepakatan kelompok negara G11, kontribusi Indonesia dihitung berdasarkan kuota Indonesia di IMF," urai Burhanuddin.

Porsi kuota Indonesia di IMF hanyalah 0,96% dari total kebutuhan penghapusan utang Liberia sebesar SDR 530 juta. Sehingga menurut Burhanuddin, kontribusi Indonesia hanyalah sekitar SDR 5,1 juta atau sekitar 20% dari total refund yang diterima.

"Sedangkan sisanya SDR 20,4 juta akan diterima sebagai penerimaan dana refund Indonesia," tegas Burhanuddin yang mengaku sudah mengirimkan surat terkait kemampuan Indonesia itu.

Dana refund merupakan bagian yang diperoleh setelah Indonesia berutang ke IMF dalam jumlah yang cukup besar beberapa waktu lalu. "Dan dari pembayaran bunga itu, disisihkan sebagian dan hasilnya SDR 25 juta," ungkap Burhanuddin.

Sejumlah negara yang juga mendapatkan refund seperti Malaysia memang memberikan seluruhnya bagi program untuk Liberia itu. "Malaysia dapat refund SDR 3,12 juta, dikasih semua," jelasnya.

Namun Indonesia tidak akan memberikan seluruh dana refund itu karena Indonesia juga membutuhkan dana itu. Meski demikian, Indonesia bertekad untuk memberikan porsi bantuan yang terbesar dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

"Karena itu BI meminta persetujuan DPR untuk dapat memberikan program IMF yang dimaksud," kata Burhanuddin.

IMF dalam pernyataannya menjelaskan akan menghapuskan utang Liberia dibawah prakarsa Heavily Indebted Poor Countries (HIPC). Dewan eksekutif IMF akan mendiskusikan permintaan bantuan keuangan sekitar SDR 580 juta di bahwa program pengurangan kemiskinan dan fasilitas pertumbuhan serta Extended Fund Facility pada Maret 2008.
(qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads