PT DI Gandeng EADS Garap Pesawat CASA 212

PT DI Gandeng EADS Garap Pesawat CASA 212

- detikFinance
Senin, 28 Jan 2008 14:33 WIB
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) bekerjasama dengan pabrikan pesawat asal Eropa European Aeronautic Defence and Space Company (EADS-CASA) untuk memproduksi pesawat tipe CASA 212.

Kerjasama ini dengan pemindahan seluruh fasilitas produksi pesawat terbang CASA 212 dari San Pablo Spanyol ke kawasan produksi PTDI di Bandung.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PTDI Budi Santoso usai penandatanganan MoU dengan PT Merpati Nusantara Airlines, BRI dan BNI di gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (28/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlengkapan itu yang dipindahkan, produk mereka (EADS-CASA) itu sudah berhenti peralatan sudah masuk kontainer tinggal dikirim ke sini lalu dipasang di sini. Jadi semua produksinya di sini," ujarnya.

Budi mengatakan alasan EADS-CASA memindahkan produksinya ke Indonesia adalah karena efisiensi biaya pegawai yang menggunakan mata uang Euro, sementara biaya pegawai di Indonesia lebih murah.

"Masalahnya sekarang euro itu sama dengan USD 1,5, padahal jual pesawatnya masih dalam dolar, jadi rugi dan itu problem bagi mereka sekarang. Dengan pemindahan ini, kita bisa dapat 20 persen dari harga jual kalau diproduksi di sini dan itu sudah bagus," tuturnya.

Sementara untuk order yang diterima oleh perseroan di tahun ini, Budi mengatakan bahwa permintaan untuk komponen pesawat sudah over load.

"Karena pemesanan dari Airbus sudah besar sekali kita ini kan single source, karena kalau harga jual pesawat naik, maka harga komponen juga naik, kalau untuk komponen Airbus itu baru 30 piece per bulan dan kita diminta untuk menaikkan 46-50 komponen per bulan, ini juga cukup banyak," paparnya.

Karena itu untuk menaikkan kapasitas produksinya maka perseroan sedang berusaha mencari pembiayaan dalam mata uang dolar AS guna merehabilitasi mesin-mesinnya.

"Mesin yang paling baru 1992, itu sudah 14 tahun umurnya, sekarang yang jadi tulang punggung kita umurnya sudah 20 tahun dan harusnya sudah diganti. Dalam jual beli pesawat itu tidak cash, tapi bikin dulu baru bayar, jadi kalau kita dapat DP maka harus disertai dengan bank garansi," jelasnya.

(dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads