2 Investor Incar PT DI

2 Investor Incar PT DI

- detikFinance
Senin, 28 Jan 2008 14:39 WIB
Jakarta - Meskipun rencana privatisasinya melalui strategic sales belum mendapatkan persetujuan dari DPR, tapi sudah ada 2 investor yang tertarik untuk bernegosiasi dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
 
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT DI Budi Santoso usai penandatanganan Mou dengan PT Merpati Nusantara Airlines, BRI dan BNI di Gedung Garuda, Jakarta, Senin (28/1/2008).
 
"Ada beberapa yang tertarik, pertama konsorsium perusahaan aircraft dari Eropa yang berasal dari beberapa negara, lalu ada juga sebuah financial institution dari Asia," ujarnya.
 
Budi mengatakan PT DI akan memperbaiki kinerja perusahaannya terlebih dahulu untuk mempersiapkan diri jika memang rencana penjualannya itu disetujui oleh DPR.
 
"Kita harus mempercantik PT DI dulu masa acak-acakan seperti ini, di 2008 kita akan membuat perusahaan kita cantik kalau mereka lihat tidak cantik maka harga jual tidak cantik juga. Kita akan menunjukkan pada mereka bahwa PTDI adalah perusahaan yang jalan dan baik, dengan nilai jualnya yang tinggi, nanti kalau ada kemungkinan dijual mereka akan datang lagi," tuturnya.
 
Sementara mengenai kinerja perseroan, Budi mengatakan bahwa karena keputusan pailit di 2007, maka kinerja perseroan di bawah RKAP
 
"Karena keputusan pailit, kita sudah berhenti produksi sehingga order baru tidak ada, di 2008 kita masih harus memperhitungkan beban akibat pailit itu, jadi untuk tahun ini belum gerak produksi dalam jumlah besar belum ada," jelasnya.
 
Meskipun begitu, order rutin dari Airbus dan Boeing tetap jalan, termasuk untuk perbaikan pesawat Boeing 737.
 
"Kami juga sudah tawarkan ke AL untuk maritime patrol, pesawatnya CN 235, separuhnya akan selesai tahun ini jumlahnya masih negosiasi," ujarnya.
 
Untuk ke depan, Budi mengatakan perseroan akan memperbesar komposisi pembuatan pesawat untuk komersial dibandingkan untuk pertahanan.
 
"Kita targetkan menjadi besar setelah 3 tahun karena pabrik pesawat tidak bisa 1-2 tahun, pokoknya jauh lebih besar dari sekarang, tahun ini kita fokusnya mencari pesanan," katanya.

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads