"15% itu kan banyak. Sedangkan kebutuhan juga banyak. Itu yang sedang kita sedang negosiasi," ujar Menteri Agama Maftuh Basyuni usai rapat dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1/2008).
Menurut Menag pihaknya kini tengah menyisir pos-pos anggaran mana yang bisa dihemat.
Menkeu Sri Mulyani mengatakan karena penghematan ini sudah menjadi program bersama maka semua departemen atau lembaga bisa melaksanakannya.
"Semua menteri-menteri bisa, itu kan suatu keputusan, APBN kan program bersama kalau ada guncangan eksternal yang cukup besar dari mulai harga minyak, harga komoditas atau urgensi baru seperti bencana," ujarnya.
Dalam surat Menkeu, pemangkasan belanja itu paling lambat disampaikan pada 31 Januari 2008.
Dirjen Anggaran Achmad Rochjadi mengatakanpenghematan anggaran 15 persen akan dialokasikan untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak yang merubah postur APBN yang akan menurunkan anngaran belanja.
"Oleh karena itu belanjanya yang dikurangi. Karena subsidi juga naik," ujarnya.
Achmad menilai sedikitnya Rp 20 triliun bisa dikumpulkan dari penghematan 15 persen anggaran ini. Menurutnya sudah ada satuan kerja yang menyampaikan penghematannya.
(ddn/qom)










































