"Iya, restrukturisasi memang sudah dicabut, tapi kita ingin memberi pelajaran bagi yang seenaknya saja merestrukturisasi sepihak," kata Ketua DPP Serikat Pekerja PJB Edy Hartono ketika dihubungi detikFinance, Rabu (30/1/2008).
Menurut Edy, pihaknya juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat melalui aksi demo ini.
"Bahwa PLN sebagai tulang punggung ekonomi jangan dijual ke asing. Jadi intinya lebih ke menolak penjualan aset negara," imbuhnya.
Menurutnya, saat ini sekitar 7.000 orang sudah berkumpul di lokasi, mulai dari Gedung BUMN, ESDM, MA, Istana. Mereka sebagian besar berasal dari PLN dan anak usahanya, Indonesia Power (IP) dan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB).
"Ada tambahan dari Pertamina, Telkom dan Telkomsel," kata Edy.
Dari pantauan detikFinance, di depan kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jakarta, ratusan pegawai PLN berbaju merah sudah hadir. Pintu depan kantor tersebut ditutup, sehingga para pegawai harus memutar lewat Jalan Kebon Sirih untuk masuk melalui pintu belakang.
Para pekerja PLN itu membawa sejumlah spanduk dan juga berorasi. "Bubarkan Kementerian PLN'.
Seperti diketahui, SP PLN sebelumnya menolak rencana restrukturisasi PLN, yang akan memasukkan pemisahan dua anak usaha PLN yakni IP dan PJB. Mereka bahkan mengancam akan melaksanakan pemadaman jika penaolakan mereka tidak mendapat respons.
Namun karena resistensinya sangat tinggi, pemerintah akhirnya membatalkan rencana pelepasan IP dan PJB dari PLN. Kedua anak usaha itu batal dilepas sebagai BUMN sendiri, namun sahamnya tetap akan dilepas ke publik.
(qom/ir)










































