Pihak Chevrolet mengaku peluncuran produk diesel ini merupakan bagian dari upaya mengikuti tren pasar mobil global yang cukup tinggi untuk produk diesel. Chevrolet menilai pasar di Indonesia untuk jenis mobil diesel masih cukup terbatas namun potensinya besar.
Demikian disampaikan olehΒ Direktur Perencanaan PT GM AutoWorld Indonesia (GMAI) Debora Amelia Santoso disela-sela acara Chevy Writing Award, di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (29/01/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini di Indonesia untuk jenis mobil berbahan bakar solar untuk mesin diesel masih terkendala dengan kualitas solar yang belum cocok dengan produk-produk mobil diesel terbaru misalnya kandungan sulfur yang masih tinggi.
Amelia mengakui untuk jenis SUV di Indonesia, pasarnya masih didominasi mobil SUV berbahan bakar bensin.
"Sebelumnya kita lakukan riset dahulu khususnya untuk kualitas solar, tapi untuk sementara untuk BBM yang ada di Jawa masih bisa kita pakai," serunya.
Untuk sementara waktu Chevrolet Captiva diesel akan difokuskan dipasar Jawa saja. Captiva sebagai salah satu andalan Chevrolet akan ditargetkan mampu menyumbang penjualan hingga 70% dari target penjualan 3.000 unit pada tahun 2008.
Dari total tersebut untuk jenis diesel mampu menyumbang penjualan 30% sedangkan selebihnya untuk jenis bensin.
Tahun lalu Chevrolet Indonesia mampu menjual 1.368 unit dari target penjualan yang mencapai 1740 unit. Berdasarkan penjualan tersebut Chevrolet hanya memegang 0,47% penjualan mobil domestik.
"Tahun ini kita targetkan bisa mencapai 0,5% market share kita," ujarnya dengan optimistis. (hen/ir)











































