Demikian disampaikan Kepala BPEN, Bachrul Chairi, usai MoU RI dengan Saudi Arabia di gedung BPEN, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Rabu (30/1/2008).
"Kita harus mencari pasar ekspor alternatif untuk jaga-jaga terjadinya penurunan demand ekspor dunia. Rencananya kita akan buka kantor cabang di Mumbay, India untuk memperluas pasar kita disana, karena India menjadi salah satu pasar ekspor alternatif kita," ujar Bachrul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"CPO dan batubara, diperkirakan masih akan menjadi komoditas primadona kita tahun ini. Oleh karena itu, pasar di India harus diperluas lagi, karena India masih menjadi negara tujuan ekspor CPO dan batubara kita," tutur Bachrul.
Selain India, Bachrul melanjutkan, pasar ekspor alternatif yang dilirik oleh pemerintah adalah negara-negara penghasil minyak, yang memperoleh keuntungan kenaikan harga minyak saat ini.
"Kita juga melihat ke negara-negara timur tengah, dan Rusia-eks Rusia, karena keuntungan yang mereka peroleh dari kenaikan harga minyak menjadikan mereka memiliki kapital yang belum terinvestasikan. Artinya, ada potensi menciptakan pasar disana," jelas Bachrul.
Sementara per November 2007, nilai ekspor non migas Indonesia adalah sebesar US$ 83,5 miliar. Bachrul memperkirakan pada Desember 2007 nilainya akan mencapai US$ 92 miliar. Sedangkan target ekspor non migas pada 2008 ini, diharapkan mencapai angka US$ 100 miliar. (dro/ir)











































