SBY Jaring Suara Pengusaha Untuk Kebijakan Pangan

SBY Jaring Suara Pengusaha Untuk Kebijakan Pangan

- detikFinance
Rabu, 30 Jan 2008 16:45 WIB
Jakarta - Pemerintah menjaring masukan dari dunia usaha untuk mengatasi masalah pangan di tanah air. Masukan ini akan dituangkan dalam kebijakan ketahanan pangan yang akan diumumkan presiden pada pekan ini.

Dialog dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Didampingi Menko Perekonomian Budiono, Menkeu Sri Mulyani, Menkop UKM Suryadharma Ali, Mendagri Mardiyanto, Mendag Mari Pangestu, dan Menteri ESDM Purnomo Yosgiantoro.

Selain itu juga hadir Dirut BRI Sofjan Basyir, Gubernur Jatim Imam Utomo, Gubernur Jabar Dhany Setiawan dan  Gubernur Jateng Ali Mufid. Juga seluruh anggota Wantimpres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan kalangan usaha yang hadir mencapai puluhan orang. Beberapa di antaranya adalah Ketua Asosiasi Produsen Makanan dan Minuman Thomas Dharmawan, Dirut Indofood Sukses Makmur Frans Welirang dan Ketua Kadin MS Hidayat.

Dialog berlangsung sejak pukul 15.30 dan masih berlangsung hingga saat ini di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, ,Rabu (30/1/2008)

"Tujuan pertemuan ini agar terjalin sinergis antara kebijakan pemerintah dengan pengusaha. Semoga dialog  kita membawa kebaikan bagi rakyat, berkembangnya sektor riil dan tumbuhnya ekonomi," kata SBY.

Demi efektivitas pertemuan ini bahkan SBY meminta setting kursi di ruang rapat yang berbentuk huruf U diubah posisinya, sehingga antara pemerintah dan pengusaha dapat saling berhadap-hadapan. SBY pun bisa mendengarkan curhat dari pengusaha dengan serius.

"Ini settingnya kurang tepat. Para panglima ekonomi agar pindah ke paling depan. Agar saya bisa berbicara langsung pada saudara-saudara," ujar SBY.

Sementara itu Ketua Kadin MS Hidayat mengungkapkan untuk mencapai stabilitas harga kebutuhan pokok pemerintah bisa memanfaatkan jaringan distribusi Bulog.

"Khususnya fungsi untuk menyanggah harga panen petani dan petani diintensifkan untuk bisa melakukan penanaman untuk 3 bahan pokok beras,jagung, dan kedelai. Petani diberi pupuk, subsidi bibit. Ini bisa melalui Bulog," ungkap Hidayat.

(lh/arn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads