Demikian disampaikan Dirut Pertamina EP Cepu Hestu Bagyo usai RUPS Pertamina di Hyatt, Rabu (30/1/2008) malam.
"Saya usulkan ke BP Migas untuk diambil alih Pertamina EP Cepu. Paling lambat pertengahan Februari. Karena kalau tidak, saya juga tidak bisa selesaikan akhir Maret seperti targetnya," katanya.
Pembebasan lahan untuk pengembangan blok Cepu ditargetkan selesai Maret 2008. Setidaknya untuk lahan yang akan digunakan untuk produksi awal sekitar 10 hektar. Atau sekitar 40 hektar jika menghitung buffer zone (daerah penyangga).
Namun menurut Hestu, sampai akhir Januari ini Mobil Cepu Ltd belum juga menyelesaikan masalah itu.
Menurut Hestu, kendala yang dihadapi karena pihak Exxon ingin semua masalah tanah harus jelas, beserta surat-surat kepemilikan tanah yang lengkap.
Padahal, kondisi masyarakat di daerah, umumnya tidak memiliki sertifikat tanah yang lengkap.
"Mungkin mereka hanya punya kwitansi. Ini kendalanya," katanya. (lih/arn)











































