Sebelumnya produksi rokok sempat melemah karena produsen rokok terbebani dengan kenaikan cukai yang sudah beberapa kali dilakukan,
Demikian dikatakan Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Ismanu Soemiran dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, kamis (31/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat pasar rokok yang semakin prospektif, produsen rokok menargetkan pada tahun 2008 akan menaikkan produksi 4 miliar batang sehingga menjadi 230 miliar batang.
"Tahun ini pabrik rokok besar belum ada yang melakukan investasi, sedangkan kabar pabrik yang kecil-kecil akan tutup akibat kenaikan tarif cukai, sampai saat ini saya belum dapat laporan kalau ada yang tutup," ujarnya.
(arn/ir)










































