"Kita pakai konservatif. Caranya kan bisa dengan berasumsi pendapatan yang rendah dan dengan pengeluaran yang tinggi. Tapi tidak bisa yang terlalu rendah atau yang terlalu tinggi," kata Purnomo usai rapat kerja dengan Komisi VII di gedung MPR/DPR, Kamis (31/1/2008).
Ia menambahkan, meski asumsi lifting diturunkan, pendapatan negara dari sektor migas tetap lebih tinggi karena asumsi harga minyak yang juga tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ironisnya, langkah konservatif pemerintah membuat asumsi lifting tahun ini menjadi tidak ada kenaikan dari tahun lalu. Tetap 910 ribu barel per hari.
Padahal, Purnomo mengakui akan ada tambahan lifting dari pengalihan produksi minyak Chevron sekitar 57 ribu barel per hari.
"Dengan swap itu maka jadi 967 ribu barel per hari. Produksi sama dengan lifting," katanya. (lih/ir)










































