"Harga minyak dunia sekarang sudah begini," kata Presiden SBY sambil membuat simbol gila yakni jari telunjuknya dimiringkan dikening saat berdialog dengan puluhan petani di area persawahan Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang, Jumat (1/2/2008).
Melihat hal itu para petani yang selama ini hanya melihat SBY dari layar kaca bingung dengan tingkah polah SBY, setelah terdiam beberapa saat para petani itu pun tertawa terbahak-bahak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita jual minyak tanah Rp 8.000, teu tiasa (tidak bisa)," kata SBY berbahasa Sunda.
"Makanya bisa harganya Rp 2.000 per liter itu karena pemerintah nombokin mengeluarkan subsidi Rp 6 ribu per liter," terang SBY.
Petani yang mendengar itu hanya terangguk-angguk mendengarkan penjelasan SBY.
Untuk itu, pemerintah berjanji menyiapkan kebijakan untuk menstabilkan harga bahan pokok akibat tingginya harga minyak dunia. Petani dan pedagang diminta ikut menjaga harga.
"Pemerintah hari ini akan memutuskan kebijakan yang tepat dan adil. Harga pangan pas dan petani tetap untung," kata SBY.
Pemerintah kata SBY akan mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk menstabilkan harga. SBY mengimbau para pedagang dan petani tidak menahan harga tinggi jika biaya produksi sudah diturunkan. (fay/arn)










































