Sebelumnya isi paket itu akan dipaparkan terlebih dahulu dalam rapat kabinet yang akan berlangsung pukul 14.00 WIB ini. Rapat itu juga mengagendakan finalisasi RUU mengenai APBNP 2008.
Materi dari paket kebijakan pangan akan menitikberatkan pada upaya mempercepat distribusi dam langkah-langkah fiskal, seperti pengurangan bea masuk impor komoditas pangan. Ini berdasarkan masukan dari para importir, eksportir dan distributor utama bahan pangan dalam rapat di Istana Negara dua hari lalu (30/10/2008).
Besar harapan pemerintah tindakan jangka pendek ini berhasil menekan harga, meski kecil kemungkinan kembali normal. Tapi setidaknya menjadi solusi terbaik meringankan beban rakyat tanpa merugikan kalangan pelaku usaha dan aman bagi APBN.
Kenaikan harga bahan kebutuhan pokok telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Ketika itu tiga hari besar agama berlangsung dalam waktu yang berdekatan dan memicu lonjakan permintaan. Belum lagi bencana alam di berbagai daerah penghasil bahan pangan yang mengganggu jalur distribusi dan isu kenaikan gaji PNS.
Setelah tahun baru 2008 berselang ternyata harga tak kunjung kembali normal. Harga minyak goreng, beras dan terigu makin tidak terkejar. Puncaknya adalah kelangkaan minyak tanah dan kedelai .
Penyebab utama kenaikan harga bahan pangan, tentu saja bukan hari besar agama dan bencana alam di Tanah Air. Pemerintah menuding kenaikan harga minyak dunia disebabkan lonjakan harga minyak dunia .
(lh/arn)











































