Bandara Cengkareng Tutup, Kios-kios Untung Gede

Bandara Cengkareng Tutup, Kios-kios Untung Gede

- detikFinance
Jumat, 01 Feb 2008 14:09 WIB
Jakarta - Penundaan jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta akibat kondisi cuaca yang buruk, membuat kios-kios makanan dan coffe-cakeshop di lokasi bandara meraup keuntungan.

Pengamatan detikFinance, Jumat (1/2/2008) sekitar pukul 13.00 WIB, para penumpang yang jadwal penerbangannya tertunda, banyak yang meluangkan waktunya dengan berkunjung ke kios-kios yang ada di lokasi bandara.

Di Kafe Ningrat misalnya, lonjakan jumlah pembeli mencapai 100%, artinya keuntungan sebesar 100% pula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita belum menghitung ya, tapi kira-kira meningkat sampai dua kali lipat lah," ujar penjaga Kafe Ningrat yang tidak mau disebutkan namanya.

Starbucks Coffeshop yang ada di bandara terminal 2F juga mengalami peningkatan jumlah pengunjung hingga 50%. "Kira-kira 50% lah peningkatannya," ujar salah satu pelayan Starbucks, Dani.

Toko buku Periplus di terminal yang sama juga mengalami peningkatan jumlah pembeli sebanyak 20%. "Peningkatannya tidak terlalu banyak ya, mungkin sekitar 20%," ujar kasir Periplus, Ani.

Menurut pengamatan detikFinance, kios-kios pakaian dan suvenir tampak tidak terlalu ramai.

"Mungkin karena pembeli suvenir biasanya orang-orang yang tiba di Jakarta, sementara saat ini bandara juga menutup jadwal kedatangan," ujar salah satu penjaga di kios pakaian.

Saat ini bandara Soekarno-Hatta masih ditutup baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Pihak bandara menyatakan belum dapat memberikan informasi lebih lanjut sampai kapan bandara akan ditutup.

"Informasi terakhir yang kita terima, bandara ditutup hingga pukul 13.30 WIB. Namun tidak tertutup kemungkinan penundaan akan dilanjutkan, jika kondisi cuaca tidak mendukung untuk melakukan penerbangan," ujar petugas informasi Bandara Soekarno-Hatta, Luki.

Sejak bandara ditutup pada pukul 10.00 WIB tadi, jumlah armada penerbangan yang tertunda diperkirakan mencapai 150-an pesawat.

"Hingga pukul 13.30 WIB, diperkirakan armada yang tertunda mencapai 150-an. Hingga saat ini penjadwalan ulang pun belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca masih belum dapat diperkirakan," ujar Luki. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads