Demikian disampaikan Deputi bidang Statistik BPS bidang distribusi dan jasa, Ali Rosidi dalam konferensi pers dikantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Jumat (1/2/2008).
"Ekspor lemak dan minyak nabati merupakan kontributor utama terhadap peningkatan ekspor non migas. Ekspor lemak dan minyak hewan nabati meningkat US$ 975,3 juta. Jadi selama 3 bulan berturut-turut, CPO mengalami peningkatan luar biasa. Kenaikan ini lebih banyak dari faktor harga," ujar Ali.
Untuk bulan Desember 2007, nilai ekspor mencapai US$ 10,86 miliar atau naik 10,71% dibanding ekspor November 2007. Sementara itu bila dibanding Desember 2006 mengalami peningkatan sebesar 13,05 persen.
Ekspor nonmigas Desember 2007 mencapai US$ 8,36 miliar, naik 8,06 persen dibanding November 2007, sedangkan dibanding ekspor Desember 2006 meningkat 8,30 persen.
Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Desember 2007 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 975,3 juta, sedangkan penurunan nonmigas terbesar terjadi pada mesin/peralatan listrik sebesar US$ 178,0 juta.
Ekspor nonmigas ke AS pada Desember 2007 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,03 miliar, disusul Jepang US$ 858,0 juta dan Singapura US$ 652,0 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 30,40 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 27 negara ) sebesar US$ 1,28 miliar.
Menurut sektor, ekspor hasil pertanian, hasil industri serta hasil tambang dan lainnya pada periode Januari-Desember 2007 meningkat masing-masing sebesar 17,01 persen, 16,76 persen dan 7,81 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.
Nilai Impor
Untuk nilai impor selama tahun 2007 mencapai US$ 74,40 miliar atau meningkat 21,84 persen dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar US$ 61,07 miliar. Pada Desember 2007, nilai impor 2007 mencapai US$ 6,80 miliar atau menurun 9,70 persen dibanding Nopember 2007 sebesar US$ 7,54 miliar
Impor Nonmigas Desember 2007 mencapai US$ 4,42 miliar atau menurun 13,76 persen dibanding impor Nopember 2007, sedangkan selama Januari-Desember 2007 mencapai US$ 52,52 miliar atau meningkat sebesar 24,75 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Impor Migas Desember 2007 mencapai US$ 2,39 miliar atau menurun 1,09 persen dibanding impor Nopember 2007, sedangkan selama Januari-Desember 2007 mencapai US$ 21,88 miliar atau meningkat 15,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selama Januari-Desember 2007 impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 9,33 miliar atau 17,76 persen dari total impor nonmigas. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh China dengan nilai US$ 7,95 miliar dengan pangsa 15,14 persen, diikuti Jepang US$ 6,46 miliar (12,30 persen) dan AS US$ 4,71 miliar (8,98 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,42 persen dan Uni Eropa sebesar 14,57 persen.
Menurut golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Januari-Desember 2007 meningkat masing-masing sebesar 39,80 persen dan 19,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Sedangkan impor barang modal meningkat sebesar 22,89 persen.
(qom/ir)











































