Impor Gandum 2008 Hanya Sekitar 3,3 Juta Ton

Impor Gandum 2008 Hanya Sekitar 3,3 Juta Ton

- detikFinance
Jumat, 01 Feb 2008 16:16 WIB
Jakarta - Turunnya produksi gandum dunia akibat gagal panen, membuat produsen tepung terigu dalam negeri hanya mendapat jatah impor bahan baku gandum sekitar 3,3 juta ton. Padahal tahun lalu produsen terigu ini mampu mendapat pasokan impor 3,5 juta ton.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Alwin Arifin, di Jakarta, Jumat (1/02/2008).

"Tahun lalu lebih stabil impor gandum kita, dibandingkan dengan tahun ini," kata Alwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mencontohkan pada bulan Februari tahun lalu harga gandum hanya mencapai US$ 188 per ton, sedangkan pada tahun ini pada periode yang sama harganya telah mencapai US$ 593 per ton.

"Dari 100% gandum, hanya mampu menghasilkan 75% terigu saja selebihnya hanya untuk produk pakan ternak," kata Managing Direktur PT Sriboga Raturaya Eddy Mulyadi.

Sriboga Raturaya salah satu produsen terigu yang mengimpor gandum setiap tahunnya telah mengimpor gandum kurang lebih 300 ribu ton per tahun dengan kapasitas produksi terigu mencapai 1500 ton terigu per hari.

Untuk itu Eddy memperkirakan impor gandum Sriboga tahun akan turun 10%. "Saya rasa produsen terigu yang lain akan mengalami hal yang sama," keluhnya.

Selama ini hampir sebagian besar pasokan gandum ke Indonesia dipasok dari dua negara penghasil gandung terbesar yaitu AS dan Australia, selebihnya di pasok dari China, Argentina dan negara-negara bekas Soviet. Gandum ini untuk dipasok empat produsen terigu terbesar di dalam negeri diantaranya Bogasari, Sriboga dan lain-lain.

"Amerika dan Australia hampir memasok 80% kebutuhan gandum kita," tambah Eddy. (hen/arn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads