Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Alwin Arifin, di Jakarta, Jumat (1/02/2008).
"Tahun lalu lebih stabil impor gandum kita, dibandingkan dengan tahun ini," kata Alwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 100% gandum, hanya mampu menghasilkan 75% terigu saja selebihnya hanya untuk produk pakan ternak," kata Managing Direktur PT Sriboga Raturaya Eddy Mulyadi.
Sriboga Raturaya salah satu produsen terigu yang mengimpor gandum setiap tahunnya telah mengimpor gandum kurang lebih 300 ribu ton per tahun dengan kapasitas produksi terigu mencapai 1500 ton terigu per hari.
Untuk itu Eddy memperkirakan impor gandum Sriboga tahun akan turun 10%. "Saya rasa produsen terigu yang lain akan mengalami hal yang sama," keluhnya.
Selama ini hampir sebagian besar pasokan gandum ke Indonesia dipasok dari dua negara penghasil gandung terbesar yaitu AS dan Australia, selebihnya di pasok dari China, Argentina dan negara-negara bekas Soviet. Gandum ini untuk dipasok empat produsen terigu terbesar di dalam negeri diantaranya Bogasari, Sriboga dan lain-lain.
"Amerika dan Australia hampir memasok 80% kebutuhan gandum kita," tambah Eddy. (hen/arn)










































