RI akan Dibanjiri Terigu yang Berbahaya Bagi Kesehatan

RI akan Dibanjiri Terigu yang Berbahaya Bagi Kesehatan

- detikFinance
Jumat, 01 Feb 2008 16:50 WIB
Jakarta - SNI wajib terigu sudah dicabut oleh pemerintah. Maka dalam waktu dekat ini terigu kualitas rendah bahkan ada yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan akan siap membanjiri pasar Indonesia. Hal ini disebabkan dalam SNI wajib terigu mengatur beberapa hal penting mengenai mutu sebuah terigu.

Diantaranya adalah mengenai fortifikasi (upaya memperkaya produk dengan menambahkan vitamin dan mineral) pada terigu. Selain itu juga menyangkut mengenai keamanan makanan dan kebersihan terigu seperti kutu pada terigu.

Demikian disampaikan oleh Sekjen Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Alwin Arifin pada saat acara konfrensi pers di Jakarta, Jumat (01/01/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini mutu terigu dalam negeri dipantau dan distandarisasi oleh SNI wajib terigu. Walaupun untuk masalah keamanan dan kebersihan terigu sudah ada lembaga pemantaunya yaitu BPOM.

"Padahal kalau SNI wajib tidak dicabut maka tingkat pengawasan terigu bisa berlangsung ditingkat produsen, kalau di BPOM bisa terjadi kelengahan. Terutama untuk soal fortifikasi," kata Direktur Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI) Soekirman.

Misalnya saja untuk soal keamanan makanan, menurut Alwin peluang terjadi penurunan kualitas mutu akan besar terutama untuk beberapa zat berbahaya yang bisa tercampur dalam makanan seperti timbal, logam berat, arsenik, Cadmium dan Mercury.

Zat-zat tersebut bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Misalnya arsenik bisa menyebabkan kematian, Cadmium bisa merusak ketahanan tulang dan ginajal. Lalu timbal bisa memacu kerusakan otak manusia.

Selain itu juga masalah kualitas kebersihan seperti adanya kutu dalam terigu. "Kalau dulu sebelum adanya penerapan SNI wajib terigu banyak produk terigu kita yang mengandung terigu," paparnya.

Untuk itu, ia sangat menyayangkan kebijakan pemerintah mencabut SNI wajib bagi terigu mulai 24 Januari 2008.

(hen/arn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads