Demikian disampaikan Menko Perekonomian Boediono pada wartawan di Kantor Presiden, Jl. Veteran, Jakarta, Jumat (1/2/2008).
"Implikasi APBN saat ini masih dalam perhitungan cermat. Presiden ingin paket stabilisasi ini ditampung tanpa meningkatkan risiko APBN," ujar dia.
Paket kebijakan stabilisasi yang sore ini diumumkan Presiden SBY, intinya adalah keseimbangan impor dan ekspor beberapa komoditas bahan pangan pokok.
Tarif bea masuk dan beban pajak untuk impor beras, kedelai, terigu dan tepung gandum diturunkan. Sebaliknya pengenaan tarif PPE untuk produk kelapa sawit, CPO dan seluruh turunannya dinaikkan.
Di samping itu pemerintah juga menambah subsidi pangan sebesar Rp 3,6 trilyun. Peruntukannya bagi operasi pasar minyak goreng, bantuan pengarajin tahu dan tempe, serta menambah volume beras untuk rakyat miskin.
"Saat ini biaya untuk stabilitas bahan pangan pokok ini, tertampung dengan aman," tegas Budiono.
(lh/qom)











































